Susunan Personalia Pengurus Hebitren DIY 2020-2021 sebagai berikut:

A. Dewan Kehormatan

1. Hilman Tisnawan

2. Tri Saktiyana

3. Parjiman

4. Drs. H. Edhi Gunawan, M.PdI

5. KH. Fairuzi Afiq Dalhar

6. Prof. Drs. K.H. Toha Abdurrahman

7. Sultoni Nur Rifai

B. Dewan Pakar

1. Dr. Waryono Abdul Ghofur

2. M.B. Hendie Anto

3. Dr. Abdul Qoyum

4. Fajar Shadiq, Lc

5. Mahmudi

C. Dewan Pembina

1. K.H. Habib Abdus Syakur

2. K.H. A. Kharis Masduki

3. K.H. Irfan

4. K.H. Sirojan Muniro AR.

5. K.H. Mu’tamshim Billah

6. K.H. Suyanto

7. K.H. M. Ghozali Wahib Wahab

D. Dewan Pengurus Harian

1. Ketua: K.H. Mohamad Khoeron

2. Wk. Ketua 1: K.H. Zar’anudin

3. Wk. Ketua 2: K.H. Fajar Basyir

4. Sekretaris: K.H. Nilzam Yahya

5. Wk. Sekretaris 1: H. Aryanto Purbo Prasetyo, S.IP

6. Wk. Sekretaris 2: M. Mahbun

7. Bendahara: Nurul Huda

8. Wk. Bendahara 1: Agus Kurniawan

9. Wk. Bendahara 2: K.H. Aziz Muslim

BI MakasarDorong Bisnis di Pondok Pesantren Lewat Hebitren

MAKASSAR, – Bank Indonesia (BI) terus mendorong pembangunan entrepreneurship di lingkup pesantren. Salah satu upayanya dengan mendirikan koperasi sekunder bagi Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Wilayah Sulsel-Papua.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel,
Endang Kurnia Saputra mengatakan, pembentukan koperasi sekunder untuk pesantren dimaksudkan untuk mempererat hubungan antar pesantren.

Dari situ kata Endang, pesantren yang memiliki unit usaha akan dibina dan dibentuk sehingga terbangun kerjasama antar pesantren.

“Misalnya, ada pesantren yang memproduksi air kemasan, nah dari sini akan kita bina kemudian produknya didistribusikan ke seluruh pesantren Hebitren agar bisa dikonsumsi dan usahanya bisa berkembang. Jadi disini semua pesantren bisa menjual produknya,” ujar Endang Rabu (24/3)

Adapun peranan BI dalam upaya mendorong potensi ekonomi bisnis di pesantren ini ada tiga.

“Pertama Bank Indonesia membentuk kelembagaan, yakni membentuk koperasi, kalau di Jawa sudah ada koperasi. Kedua memperkuat akses pasar misalnya mengupayakan produk pesantren dapat di ekspor dan selanjutnya bagaimana mengupayakan pesantren mulai menjajaki berbagai usaha,” jelas Endang

Sementara itu, Ketua Harian Hebitren Sulawesi Papua KH. Saparuddin Latif mengatakan, kehadiran Hebitren tidak lain untuk menghimpun pesantren yang ada dalam naungannya, ini tentu tak terlepas dari bimbingan BI.

“Hebitren bertujuan menghimpun pondok pesantren untuk berwirausaha, BI menjadi fasilitator. Kita diarahkan untuk membentuk Hebitren ini khusus untuk kegiatan ekonomi dan bisnis syariah,” ujar Saparuddin.

Lebih jauh dia mengatakan, pada dasarnya pesantren memiliki potensi untuk membentuk bisnis sendiri yang nantinya dapat digunakan para santri untuk bersekolah atau melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.

Saparuddin mencontohkan, usaha seperti pemotongan hewan bisa dibuka di pesantren. Ini juga dimaksudkan untuk memberi rasa aman bagi masyarakat muslim yang ingin mengkonsumsi daging halal.

“Salah satu bisnis yang akan digagas yakni kami akan membuat rumah potong hewan syariah. Selama ini khawatiran masyarakat terkait daging yang dikonsumsi, apakah melalui proses potong yang syariah? nah dari sini kita akan menghadikan sesuai dengan syariah Islam,”pungkasnya.(*) Sumber : REWAKO.ID

Pengukuhan Pengurus HEBITREN KALSEL

Alhamdulillah, berdasarkan Keputusan Nomor: 04.01/SK-Korwil/PP-HEBITREN/XII/2020, bertempat di Mercure Hotel, Banjarmasin, pada hari Rabu – Kamis, 16 – 17 Desember, telah dilaksanakan Pengukuhan Pengurus Korwil HEBITREN Kalsel Untuk Pertama Kali Priode 2020-2025 dirangkaikan dengan acara Seminar Kemandirian Pesantren, Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) 01 HEBITREN Kalsel dan Kunjungan Kelokasi-lokasi Usaha 3 (tiga) Pesantren Ke Kawasan Budidaya Ikan Haruan/Gabus Terpadu Pesantren Walisongo, Pesantren Ibnu Athaillah, Hulu Sungai Selatan, Pesantren Darul Hijrah, Cindai Alus Kabupaten Banjar.

  • Acara berlangsung lancar, hangat dan sukses luar biasa dengan berlakukan Protokol Covid-19, ini jelas berkat dukungan semua pihak, buah koordinasi dan sinergi sangat baik antara PP dan Korwil serta BI Pusat dan KPw BI Kalsel;
  • Ketum PP HEBITREN Indonesia, KH. M. Hasib Wahab Chasbullah menyampaikan: Latar Belakang, Karakter dan Prinsif-prinsif, Maksud dan Tujuan, Fungsi dan Tugas serta Visi, Misi dan Strategi HEBITREN Indonesia dalam galang Arus Baru Ekonomi Indonesia termasuk Kebangkitan Ekobis Kepesantrenan, Kerakyatan, Kebangsaan dan Kenegaraan Indonesia Era New Normal. Beliau juga menekankan 4 Program dari 12 Program Utama HEBITREN secara nasional:
  • Penguatan Infrastuktur organisasi HEBITREN Indonesia dan Holding Bisnis Pesantren (Koperasi Pesantren/Primer) dan Antar Pesantren (Koperasi Serikat Pesantren/Sekuder ditingkat Wilayah dan Pusat);
  • Institusionalisasi LKS dilokomotifi dengan Program E-BMT HEBITREN Indonesia bersamaan dengan Pelembagaan Dana Abadi Pesantren untuk Pemberdayaan Pesantren dan Ummat/Rakyat secara Produktif;

Digital Pesantren meliputi: Digitalisasi Pesantren dalam rangka tingkatkan Proporsionalitas, Profesionalitas dan Acuntabilitas Organisasi dan Managemen Pesantren dalam laksanakan tugas dan fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaannya, serta Digitalisasi Ekobis Kepesantrenan/Kerakyatan dan Bisnis Jasa Digital Pesantren; dan Peningkatan Peran Pesantren dalam Pemberdayaan Ekobis Kerakyatan

Hebitren Kalsel Bumi Lambung Mangkurat Terbentuk

Hebitren Kalsel Bumi Lambung Mangkurat Terbentuk

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhari sangat mengapresiasi atas terbentuknya Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) di Bumi Lambung Mangkurat.

“Saya sangat mengapresiasi dan selamat atas dibentuknya hebitren wilayah kalsel, saya juga berharap dengan ini kemandirian pondok pesantren benar-benar dirasakan santri dan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya saat menghadiri Pengukuhan Hebitren Kalsel di Meeting Room Mercure Hotel Banjarmasin.

Dirinya mengatakan bahwa pesantren tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan islam tetapi harus juga ikut andil dalam ilmu pengetahuan sehingga pesantren bisa ikut dalam perubahan zaman.

Kehadiran Hebitren menurutnya merupakan angin segar yang nantinya dapat menggerakan roda perekonomian dan bisnis pesantren untuk dapat bersaing dengan prodak luar.

“Tentu saja ini angin segar untuk kita semua, bahwa kedepan roda ekomomi dan bisnis pesantren, dapat bersaing dengan prodak-prodak di luar,” ujarnya.

Dia berharap, melalui Pengukuhan Hebitren Kalsel ini dapat memberikan dampak positif dan mampu menjaga eksistensi Pesantren yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

Pengurus Hebitren DIY 2020-2021 Telah Terbentuk

Pengurus Hebitren DIY 2020-2021 Telah Terbentuk

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY)—Pengurus Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) DIY masa bakti 2020-2021 telah terpilih. Pengukuhan dilakukan pada Kamis (10/12/202) di Hotel Ambarukmo Yogyakarta. Ketua terpilih, KH Mohamad Khoeron menjelaskan hal itu dalam rilis yang diterima Humas, Sabtu (12/12/2020).

“Ya, pengukuhan dilakukan Kamis kemarin di Hotel Ambarukmo,” terang Pengasuh Pesantren Al Mumtaz, Patuk, Gunungkidul, itu.

Terpisah, Kasi Pondok Pesantren dan Ma’had Aly Kemenag DIY, Abd. Naim beberapa waktu lalu menjelaskan, pesantren berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM, khususnya di tengah pandemi covid-19. Saat ini jumlah pesantren 28.194 dan santri sebanyak 18 juta orang  tersebar di seluruh Indonesia.

Khusus untuk DIY, berkat adanya kerjasama Kemenag, Bank Indonesia dan Pesantren, dibentuk Hebitren yang merupakan Holding bisnis pesantren beranggotakan 14 pesantren. “Holding Pesantren DIY saat ini telah mendirikan koperasi sekunder untuk pengembangan usaha antar koperasi primer di pesantren dan alhamdulillah sudah berbadan hukum resmi,” urai Naim. Bisnis operasi sekunder mendorong koperasi primer untuk memenuhi kebutuhan pokok pesantren seperti pembelian sembako, kebutuhan sarana dan prasarana santri maupun berbagai kebutuhan lainnya.

“Secara umum program Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas yang diluncurkan pada 22 Oktober 2020 ini, diharapkan dapat mendorong upaya peningkatan ketahanan pangan berbasis pesantren dengan membangun ekosistem kedaulatan dan ketahanan pangan berbasis masyarakat,” pungkas Naim.

Musyawarah Kerja Nasional HEBITREN ke – 1

Jajaran Dewan Pembina dan Pengurus Pusat HEBITREN telah melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional ke – 1 pada tanggal 27 Oktober 2020. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubrenur Bank Indonesia dan Menteri Agama Republik Indonesia. Acara pembukaan Mukernas HEBITREN dihadiri lebih dari 1500 Tamu Undangan Pondok Pesantren, ormas maupun mitra tsrategis lainnya yang berasal dari wilayah sabang hingga merauke. Mukernas ke – 1 HEBITREN dilaksanakan secara Offline dan virtual namun berlangsung khidmat dan memberikan rekomendasi strategis sebagai tindak lanjut program kerja HEBITREN sepanjang 2020 – 2024. Setidaknya ada 4 poin yang dicanangkan oleh HEBITREN yaitu Institusionalisasi Ekonomi Bisnis Pesantren, Peningkatan Akses dan Penetrasi Pasar, Peningkatan Akses Keuangan, dan Peningkatan Peran Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan. Adapun seluruh hasil dari MUKERNAS tersebut adalah untuk mencapai visi utama yaitu “Terwujudnya Ekonomi Pesantren yang Berdaulat, Mandiri & Berdaya Saing Tinggi sebagai Basis Ekosistem dan Sentra pemberdayaan Ekonomi Shari’ah Indonesia”.

Untuk liputan lengkap kegiatan MUKERNAS – ke 1 HEBITREN dapat disaksikan melalui link berikut https://youtu.be/sXMEyCK03xY

HEBITREN adalah simbol sinergi ekonomi pesantren

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan sekaligus menjadi wadah pencetak kader-kader penggerak ekonomi ummat dan memiliki peran strategis dalam menjaga keterkautan antara dunia modern dan keagamaan. Saat ini total Pesantren yang terdaftar di Kementerian agama sudah lebih dari 30.000 dan total santri mencapai 18 Juta, tentu saja data ini belum termasuk alumni. Barangkali jika hendak dihitung dengan total alumni bisa jadi mencapai 100 juta. Hal ini menegaskan bahwa peranan pesantren dalam kehidupan masyarakat tidak bisa dipandang sebelah mata. Kehadiran insan-insan-insan berwasasan luas dan berakhlak mulia akan sangat menguntungkan bagi bangsa dan negara. Karena bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, tentunya sebuah bangsa besar tidak dapat melepaskan diri dari sisi religiusitas yang ada dari masyarakat sebagaimana yang disebutkan dalam Sila Pertama Ketuhanan yang Maha Esa. Karena religiusitas merupakan faktor yang akan membentuk karakter manusia dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari khususnya dalam menjalankan roda sebuah pemerintahan, tentunya faktor religiustitas sangat penting untuk mewujudkan sosok pemimpina yang amanah, shiddiq dan juga fathonah. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berketuhanan sehingga salah satu perwujudan dari menjaga spirit religiustitas di Indonesia adalah kehadiran Pondok Pesantren yang secara Istiqomah mengajarkan ilmu agama.

Pondok Pesantren yang jumlahnya puluhan ribu di Indonesia tentunya membutuhkan stimulant agar dapat terus bertahan di tengah era globalisasi saat ini. Pesantren saat ini tidak hanya bisa berfokus pada bidang pendidikan saja melainkan harus memiliki kemampuan dalam mengelola ekonomi dan bsinis untuk kesejahteraan pesantren maupun ummat pada umumnya. Oleh karena itu pada tahun 2019 kami beserta perwakilan 110 Pondok Pesantren dari seluruh Indonesia telah bersekapat untuk mendirikan sebuah wadah untuk mermpersatukan kepentingan ekonomi dan bisnis antar pondok pesantren agar dapat sama-sama mewujudkan kesejahteraan baik dari internal pesantren maupun untuk ummat. Pembentukan HEBITREN ini tidak terlepas dari peranan Bank Indonesia yang telah berkomitmen memberikan fasilitas dan menjembatani pesantren dengan pemangku kepentingan sehingga HEBITEN ini bisa dilaunching secara resmi pada hari ini. Sebagai bentuk dukungan nyata dari Bank Indonesia terhadap pesantren yaitu BI telah memberikan bantuan infrastuktur seperti yang sudah berlangsung di HEBITREN Jawa Barat berupa pembangunan 10 Green House untuk mendukung pertanian berbasis teknolgi, selain itu melalui HEBITREN Jawa Timur dengan memberikan bantuan berupa pembangunan 3 Distribution Center untuk menampung dan menditribusikan produk anggotra HEBITREN Jawa Timur. Tentunya kami semua optimis perjalanan HEBITREN kedepannya akan sangat mudah dengan adanya dukungan dari Pemerintah maupun pihak-pihak strategis lainnya.

Alhamdulilah Wa Syukrillah… setelah melewati perjuangan panjang bersama para formatur dengan support penuh dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS)  Bank Indonesia, struktur  kelembagaan HEBITREN sudah lengkap dan telah disepakati pada 30 Juli 2020 yang lalu. Sungguh  besar harapan kami keberadaan HEBITREN ini akan memberikan manfaat bagi unit bisnis masing-masing pesantren. Pesantren yang saat ini berhasil mandiri secara ekonomi melalui HEBITREN memiliki tanggungjawab untuk berbagi ilmu dan mengajak pesantren lainnya untuk ikut mandiri. Selain itu melalui hebitren seluruh pondok pesantren diberikan kesempatan untuk bekerjasama secara ekonomi maupun bisnis agar dapat memberikan dampak yang besar untuk pesantren masing-masing dan khususnya Ummat.

 Besar harapam kami HEBITREN bukan hanya menjadi wadah untuk kepentingan ekonomi dan bisnis saja, namun menjadi wadah silaturahim dan bentuk kontribusi pondok pesantren dalam menjaga marwah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena sejarah telah mencatat bahwa para santri juga turut berjuang bersama para pahlawan dalam meraih kemerdakaan. Sehingga dengan menyatukan seluruh pondok pesantren dalam wadah bernama HEBITREN tentunya hal ini menjadi bentuk penyatuan semangat religiusitas dan nasionalisme para pondok pesantren untuk menjaga bangsa Indonesia terkhususnya dari sisi perekonomian.

Kami berpesan kepada seluruh Pondok Pesantren di Indonesia bahwa, saat ini kita tidak perlu lagi takut untuk maju, saat ini kita tidak perlu lagi mengeluh akan kondisi keuangan pesantren, mari kita sama-sama bersinergi dalam wadah HEBITREN untuk menjadikan selutuh pesantren di Indonesia mandiri secara finansial, mandiri secara ekonomi, mandiri secara bisnis. Kami mengudnang seluruh Pondok Pesantren untuk bergabung berama melalui wadah HEBITREN yang ada di masing-masing wilayah.

Seperti sebuah analogi sebatang kayu kecil tentunya akan sangat mudah dipatahkan, dibandingkan dengan 10 atau seratus potong kayu yang Bersatu tentunya akan sangat sulit untuk dipatahkan. Mari kita semua berhimpun bersama dalam HEBITREN semoga apa yang kita cita-citakan dapat berjalan lancar. Selain itu kami mengharapkan doa dan dukungan dari semua pihak, semoga ikhtiar kita untuk mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren dapat terwujudkan melalui wadah HEBITREN.

Jayalah Pondok Pesantren, dari santri untuk negeri.

sumber : Pidato Ketua Umum HEBITREN pada saat Launching Perdana HEBITREN 7 Agustus 2020

Bank Pesantren Syariah Sedang Disiapkan, Bidik 30 Juta Santri

Sejumlah santri menampilkan kesenian marawis saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Puskesmas Sukaraja, Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis 22 Oktober 2020. Puskesmas Sukaraja menggelar peringatan Hari Santri Nasional dengan mengundang santriwan dan santriwati Pondok Pesantren At Takwin sekaligus mensosialisasikan gerakan 3M kepada para santri. ANTARA FOTO/Candra Yanuarsyah

Jakarta – Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) tengah menyiapkan pembentukan bank pesantren syariah. Bank baru ini bertujuan untuk membangkitkan ekonomi pesantren yang beberapa waktu ini masih terabaikan.

“Entah setahun atau dua tahun lagi,” kata Ketua Umum Hebitren Hasib Wahab Chasbullah dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada Selasa, 27 Oktober 2020.

Pembentukan bank pesantren ini pun merupakan satu dari tiga program unggulan yang sedang dijalankan oleh Hebitren. Mereka juga melihat ada potensi santri yang sangat besar di Indonesia di balik pembentukan bank ini.

Saat ini, kata Hasib, kurang lebih ada 30 ribu pesantren di Indonesia. Jika satu pesantren saja dihuni 1000 santri, maka totalnya menjadi 30 ribu santri. Sehingga, potensi besar ini ingin dimanfaatkan juga oleh Hebitren melahirkan dana abadi pesantren. Sumbernya berasal dari wakaf, infaq, sedekah, dan zakat. Tak terbatas pada santri yang sedang mondok, tapi juga alumni. Harapannya, dana ini tak bisa mengembangkan pesantren, tapi juga bangsa.

Terakhir, Hebitren bertekad untuk semakin memberdayakan holding bisnis antar pesantren. Bagi Hasbi, bisnis di pesantren bisa lebih berkembang dibandingkan sekedar UMKM saja, tapi bisa mencapai level pabrik dan perusahaan besar. “Itu cita-cita Hebitren,” kata Hasib.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mendukung pengembangan ekonomi pesantren seperti yang disampaikan oleh Hasib Untuk itulah, kata dia, BI saat ini sedang menyiapkan peta jalan program-program kemandrian ekonomi pesantren. “BI menempatkan peran penting pesantren dalam ekonomi syariah,” kata dia.